Rabu, 29 Juni 2011

SmartBird Robot Burung Camar Festo Mampu Terbang Seperti Burung Asli ( ada Video )

Mencengangkan melihat inovasi teknologi yang ada pada SmartBird yang merupakan burung robot yang bisa terbang dengan gerakan hampir persis burung aslinya dan model burung ini memiliki kualitas aerodinamis yang sangat baik dan kelincahan ekstrem seperti burung yang normal. Dengan SmartBird, Festo si pembuatnya telah berhasil dalam menguraikan kemampuan penerbangan burung ke dalam teknologi yang bisa kita manfaatkan.
Robot burung ini membawa Teknologi bionik, yang terinspirasi oleh camar ikan haring, yang dapat memulai terbang dari tanah mandiri – tanpa mekanisme drive tambahan. Sayapnya tidak hanya bergerak ke atas dan ke bawah, tetapi juga berputar pada sudut tertentu. Hal ini dimungkinkan oleh unit drive aktif diartikulasikan torsional, yang dalam kombinasi dengan sistem kontrol yang kompleks mencapai tingkat efisiensi yang belum pernah terjadi sebelumnya  dalam operasi penerbangan. Festo telah demikian berhasil untuk pertama kalinya dalam menciptakan sebuah adaptasi teknis energi efisien model dari alam.
Robot ini memiliki bahan material carbon fiber dan elektronik kontrol denganb erat hanya 0.4 kilogram saja. Festo telah  mendemonstrasikan teknologi yang menggambarkan seberapa canggih robot bisa terbang: SmartBird aerodinamis sangat efisien, bahkan memutar kepalanya seperti burung camar nyata lakukan untuk melakukan gerakan aerobatik.
Tetapi jika Anda berpikir tentang implikasi yang lebih besar dari Robot ini, kemungkinannya cukup mencengangkan: Bayangkan sebuah pesawat robot mata-mata berbasis pada teknologi ini, dikemas dengan sistem GPS yang ultra-ringan, baterai yang kuat dan kamera presisi tinggi dan mikrofon. Jenis data surveilans rahasia yang bisa dikumpulkan burung robot ini tentu akan mengesankan – dan lebih bergaya dari setiap perangkat drone mata-mata lain di luar sana.
Robot SmartBird ini menggunakan komunikasi radio Zigbee yang menyampaikan informasi penerbangan ke komputer yang mentrak, meningkatkan pergerakaannya.

Proyeksi Kebangkitan Tablet Windows Dengan Dukungan Intel Tahun 2012 Mendatang

Walaupun saat ini tablet Windows dengan dukungan Intel atau lebih dikenal dengan tablet Wintel masih terus dibayang-bayangi dengan kepopularan tablet Android-ARM, namun pada tahun 2012 mendatang diperkirakan tablet Wintel kemungkinan bakal bangkit dan berubah peruntungannya ke arah yang lebih baik.
Mengingat pasaran tablet yang saat ini masih didominasi dengan iPad Apple, membuat saat ini bukanlah waktu yang tepat bagi keberadaan tablet hasil kolaborasi antara Intel dan Microsoft ini. Hal ini tentunya tak terlepas dengan kenyataan yang ada saat ini, bahwasanya kedua perusahaan tersebut memang belum memiliki teknologi yang dibutuhkan untuk menghasilkan tablet yang bakal mampu menyaingi keberadaan iPad.
Keberadaan arsitektur ARM platform telah berkembang atas berbagai platform yang ada, seperti halnya NVIDIA Tegra 2 dan Qualcomm Snapdragon, yang juga membuat saat ini keberadaan tablet Wintel tampak terlihat serba salah. Dan walaupun beberapa model tablet bertenaga Atom telah didukung sistem operasi Windows 7, tapi keberadaannya pun tampaknya masih belum benar-benar diperhitungkan.
Menyikapi keberadaan pasaran tablet saat ini, Intel dan Microsoft tampaknya belum menunjukkan kegentaraanya. Dan bahkan keduanya konon malah berencana untuk menyusun platform baru yang akan mengembangkan kombinasi hardware-software yang memungkinkan kerja CPU pada asupan daya hanya 5W saat menjalankan sistem operasi Windows 8. Proyek bersama ini sendiri kabarnya diperkirakan baru akan terealisasikan pada tahun 2012 mendatang.
Selain chip Intel yang sudah mendukung OS Android, kabarnya Microsoft Windows 8 pun juga kompatibel dengan arsitektur procesor ARM. Dengan kata lain, harus ada saling kekompatibilitasan lebih besar sehingga persaingan kedua belah pihak yang nyata antara tablet Wintel dan ARM-Android kemungkinan tidak berubah menjadi terlalu berlebihan dalam menggaet pangsa pasar yang ada.

Advan Vandroid T1 Tablet Android 7 Inci Lokal Terbaru Mendukung 3.5G

Akhirnya kami mendapati informasi spesifikasi maupun harga Advan Vandroid T1 si Tablet Android lokal dari Advan Digital. Pada pameran ICC 2011 lalu  Advan sudah memamerkan dan memasarkan Advan Vandroid T1 dengan paket bundling dari Telkomsel.
Yang oke dari tablet ini adalah support jaringan 3.5 G alias juga bisa buat teleponan, smsan dan internetan melalui jaringan 3.5G. Bahkan bisa buat mengambil foto melalui kamera di bagian belakang dengan resolusi 2 mpx. Sayangnya tablet ini bukan tablet Android Honeycomb dan masih menggunakan versi 2.2 Froyo tapi yah tetap terhitung lumayan yah.
Harga Advan Vandroid T1 resmi adalah Rp 2.5 juta rupiah walau kami menemukan ada yang menjual hanya Rp 2.39 juta saja.
Berikut ini spesifikasi Advan Vandroid T1:
  • Frequency : GSM 850/900/1800/1900 MHz
  • UMTS 850/2100 MHz
  • System Standard : GSM/GPRS/EDGE/HSDPA/WCDMA
  • CPU : QUALCOMM MS M7227-1 ARM11, 600 MHZ
  • Internal Memory : 512 MB
  • GPS : AGPS Support
  • BLUETOOTH : V2.1
  • WI-FI : 802.11 b/g/h
  • Battery : Li-polimer 4000mAh
  • Display : TFT 800 X 400 WVGA (resistive touch panel )
  • Camera : 2.0 Mp Back Panel
  • Micro SD : Up to 16 GB
  • Dimension : 198 x 118 x 14 mm
  • Color : Black, White
  • G-SENSOR, MINI USB, AUDIO PORT 3.5mm ( mic & speaker )
Aplikasi pada si Advan Vandroid T1:
browser, calculator, calendar, camcorder, camera, dock, email, gmail, latitude,
maps, android market, sms, media player, Navigator, Google search, Google talk, voice dialer, java.

Asus Maximus IV Gene-Z, Motherboard Micro-ATX Berbasis Chipset Intel Z68


Setelah diumumkan melalui ajang pameran Computex 2011, Asus kini akhirnya merilis secara resmi Maximus IV Gene-Z terbarunya. Motherboard micro-ATX yang didasarkan pada chipset Intel Z68 ini dirancang untuk menjalankan processor Sandy Bridge LGA 1155 .
Sama seperti halnya dengan semua seri motherboard Republic of Gamers lainnya, Maximus IV Gene-Z dilengkapi sejumlah fitur canggih yang penting, seperti dukungan AMD CrossFireX dan Nvidia SLI, dukungan ROG Connect dan on-board chip suara Supreme X-Fi.
Selain dua slot PCI Express x16 yang diperlukan untuk dual-GPU setup, Asus juga telah melengkapinya dengan sebuah slot PCI-E x4. Ditambah pengguna juga akan menemukan tombol Power on-board dan Reset serta BIOS debug LCD.
Untuk mendukung solusi penyimpanannya, motherboard ini telah  menyediakan enam port SATA, dua dari berbagai 6Gbps, dan header USB 3.0 yang memungkinkan bagi dua port tersebut untuk diteruskan ke depan casing. Dua port USB 3.0 dapat ditemukan di panel I/O bagian belakang bersama dengan sejumlah port USB 2.0 yang mengesankan, dua konektor eSATA, 7.1-channel audio dengan output S/PDIF digital dan port Gigabit Ethernet.
Sebagai basis dukungan chipset Intel Z68, motherboard ini juga dibekali HDMI video output yang ditempatkan tepat di bawah konektor S/PDIF. Dengan demikian, motherboard Maximus IV Gene-Z ini berarti sepenuhnya kompatibel dengan teknologi switching grafis Virtu LucidLogix dan teknologi Intel’s Quick Sync, serta juga mendukung Respon Smart.
Untuk keberadaan daya CPU, diasup oleh Extreme Engine Digi+ PWM yang kompleks dengan desain 8-fase yang Asus klaim dapat memberikan asupan aliran 250A ke processor.
Menurut sebuah posting yang dibuat oleh perwakilan Asus pada forum XtremeSystems, harga eceran yang ditetapkan adalah sebesar 185 USD atau sekitar 1,6 juta rupiah. Sedangkan perihal ketersediaannya sendiri, kabarnya akan segera merambah pasaran dalam waktu yang tidak lama lagi.